Langsung ke konten utama

Apa sih Manfaat Pijat Bayi?


Bukan cuma sekedar tren, pijat bayi memang memberikan beragam
manfaat. Manfaat pijat bayi tidak hanya bisa didapatkan dari pemijatan oleh tenaga profesional di pusat perawatan bayi atau spa bayi, tapi juga bisa diperoleh dari pemijatan yang Anda lakukan sendiri di rumah.

Cara memijat bayi harus dilakukan dengan lembut dan hati-hati. Berbeda dengan orang dewasa yang otot dan kulitnya tahan terhadap tekanan keras saat dipijat, bayi akan mudah merasa kesakitan dan cedera bila dipijat terlalu keras. Hal ini karena otot dan kulitnya masih tipis dan sensitif.

Tidak hanya melalui pijatan, bayi juga dapat merasakan manfaat pijat bayi saat ia bersentuhan langsung atau mendapatkan kontak kulit dengan orang yang memijatnya. Sentuhan fisik ini dapat membuat bayi merasa senang dan nyaman.

Beberapa Manfaat Pijat Bayi

Pijat bayi merupakan salah satu cara berkomunikasi antara orang tua dan Si Kecil. Jika dilakukan dengan benar, beberapa manfaat pijat bayi berikut ini dapat diperoleh Si Kecil:

1. Membuat bayi merasa lebih tenang dan nyaman
Pijatan pada bayi dapat merangsang sistem saraf pusat. Sentuhan fisik pada bayi akan mengirim sinyal ke otaknya untuk memproduksi lebih banyak endorfin dan serotonin, yaitu hormon yang dapat membuat perasaan lebih bahagia dan nyaman.
Kedua hormon ini juga bermanfaat dalam membantu mengurangi nyeri yang dirasakan bayi.

2. Melancarkan pencernaan
Pijat bayi bisa membuat sistem pencernaannya menjadi lebih nyaman dan bergerak lebih lancar. Ketika bayi rewel karena gangguan pencernaan, seperti perut kembung, sembelit, atau mengalami kolik, ia akan merasa lebih nyaman setelah mendapatkan pijatan.

3. Membuat tidur lebih nyenyak
Penelitian menunjukkan bahwa pijatan pada bayi dapat membuat siklus tidurnya lebih teratur. Ini artinya bayi akan tidur lebih banyak di malam hari dan lebih aktif di siang hari.
Bayi yang rutin dipijat diketahui memiliki kadar melatonin yang lebih tinggi. Secara alami, tubuh akan memproduksi hormon melatonin ketika hari mulai gelap. Melatonin inilah yang membuat tubuh mengantuk. Semakin nyenyak tidur di malam hari, semakin banyak melatonin yang dilepaskan.
Selain itu, pijat bayi juga bermanfaat membuat tubuh bayi rileks, sehingga ia lebih mudah tidur nyenyak.

4. Mengurangi kadar bilirubin
Beberapa hari setelah lahir, bayi bisa menjadi kuning. Berubahnya warna kulit bayi menjadi kuning ini bisa disebabkan oleh meningkatnya kadar bilirubin.
Dalam suatu penelitian, diketahui bahwa bayi kuning yang mendapatkan pijatan selama 15-20 menit dan fototerapi terlihat mengalami perbaikan yang lebih cepat daripada bayi yang hanya mendapatkan fofoterapi. Hal ini menunjukkan bahwa manfaat pijat pada bayi juga turut berpengaruh pada penurunan kadar bilirubinnya.

5. Memperkuat hubungan antara orang tua dan bayi
Memijat bayi merupakan cara sederhana namun efektif untuk meningkatkan dan memperkuat hubungan emosional antara orang tua dan bayi. Sebuah penelitian bahkan mengungkapkan bahwa pijat bayi dapat mengurangi gejala  depresi pascamelahirkan dan meningkatkan kepekaan orang tua terhadap kebutuhan bayinya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

PELAYANAN DI BIDAN IDOULA

1. Layanan Kebidanan Bidan Idoula melayani pelayanan kebidanan seperti - Periksa Hamil - Layanan KB & Kespro - Persalinan & Nifas - Balita Sakit (MTBS) - Tindik Bayi & Dewasa 2. Layanan Super Lengkap Lainnya - Treatment Mom & Baby Spa - Treatment Hydrotherapy Spa -  Treatment  Senam Prenatal Yoga - Stimulasi Tumbuh Kembang -  Treatment    Pijat Hamil -  Treatment    Pijat Laktasi -  Treatment    Pijat Induksi Alami - Terapi Mandi Secang - Terapi Wicara & Okupasi Terapi - Terapi Akupunctur - Terapi Batuk Pilek Alami - Konsultasi Gizi

Kehamilan Ektopik Terganggu

  Apa itu Kehamilan Ektopik? Kehamilan ektopik adalah hamil di luar kandungan atau rahim. Kondisi ini menyebabkan perdarahan dari vagina dan nyeri hebat di panggul atau perut bawah. Kehamilan ektopik harus segera ditangani karena dapat berbahaya, dan janin juga tidak akan berkembang dengan normal. Kehamilan berawal dari sel telur yang telah dibuahi oleh sel sperma. Pada proses kehamilan normal, sel telur yang telah dibuahi akan menetap di  tuba falopi  (saluran sel telur) selama kurang lebih tiga hari, sebelum dilepaskan ke rahim. Di dalam rahim, sel telur yang telah dibuahi akan terus berkembang hingga masa persalinan tiba. Pada kehamilan ektopik, sel telur yang telah dibuahi tidak menempel pada rahim, melainkan pada organ lain. Tuba falopi adalah organ yang paling sering ditempeli sel telur pada kehamilan ektopik. Selain tuba falopi, kehamilan ektopik juga bisa terjadi di indung telur, leher rahim (serviks) atau di rongga perut. Penyebab Kehamilan Ektopik Meskipun belum...